Terdengar Batu itu menjerit
Mengantarkan mimpi petani
Yang merindukan seprtak tanah
Kini berubah menjadi
Gedung-gedung tinggi
Bunyi burung berkicau
Kini tak terdengar
menjadi gemuruh kendaraan
Di pusat perkotaan
Petani
Di tengah keramaian
Termenung membayangkan
Sejuta kerinduan
Tanah subur nan hijau
Selasa, 07 Juli 2015
Kesaksian Alam
by Unknown | 
in Alam
at 14.01
Popular Posts
Blog Archive
-
▼
2015
-
▼
Juli
- Mentari Pagi
- Istimewa
- CATATAN HATI
- Aku Terbuai
- Hampa
- Kerendahan Hati
- Penyesalan
- Kerinduan
- Harapan
- Menanti
- Kebersamaan
- Terimakasih Ibu
- Pengorbanan Ibu
- Kasih Sayang
- HEBAT
- Doa Untuk Ibu
- Semesta
- Alam
- Salamku Untukmu
- Kesaksian Alam
- Selalu Ku Ingat
- Sahabat Sejati
- Tentang Sahabat
- Sinar seorang Sahabat
- Sahabat Sejati
- Karna Mereka
- Goresan Tinta
- untukmu Kawanku
- SAHABAT
- Suka dan Duka
- Cerminan Diri
- MAAFKAN AKU IBU-AYAH
- Ayah
- Ayah Segalanya Untukku
- KAU PELINDUNGKU
- DOA UNTUK IBU
- PAHLAWAN HIDUPKU
- DI HATIMU AKU BERLINDUNG
- AKU SAYANG IBU
- NafasMu
- Senjanya
- Ibu
- Bunda
- Kau Adalah Malaikat
-
▼
Juli
Contributors
@2015 Coretan Hati . by Bloggertheme9
Powered by Blogger.
0 komentar: